Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi di Kalangan Remaja

Niken Larasati, Siwi Padmasari, Maria Lisa Nova

Abstract


Swamedikasi merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh masyarakat awam untuk mengatasi penyakit atau gejala yang ringan yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang di sekitarnya dengan memilih obat sendiri. Beberapa faktor menjadi pengaruh terhadap perilaku swamedikasi di masyarakat. Pemberian edukasi dan informasi sangat penting untuk dilakukan supaya swamedikasi dapat dilakukan secara tepat. Beberapa penelitian menunjukkan upaya swamedikasi yang tidak rasional seperti tidak mengkonsumsi obat sesuai indikasi, memodifikasi interval dosis yang direkomendasikan, dan menggunakan lebih dari satu jenis obat dalam satu golongan. Penggunaan obat yang tidak rasional tersebut memicu timbulnya potensi kejadian reaksi obat yang merugikan, serta berkurangnya kemanjuran obat. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pemberian edukasi dan informasi terkait swamedikasi sangat penting untuk dilakukan. Peningkatan pengetahuan swamedikasi dapat dilakukan pada masyarakat usia remaja. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Kesehatan Wonosari. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan penyusunan materi sebagai instrumen melalui telaah artikel ilmiah untuk menghasilkan informasi yang akurat dan terkini kemudian dipresentasikan kepada siswa SMK Farmasi. Pretes dan postes diberikan untuk menganalisis tingkat pengetahuan siswa tentang swamedikasi. Dari hasil pengisian pretes dan postes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terhadap swamedikasi setelah pemberian materi pada siswa SMK Kesehatan Wonosari.


Keywords


pengetahuan, swamedikasi, penyakit ringan, remaja

Full Text:

PDF

References


P. A. Aswad, Y. Kharisma, Y. Andriane, T. Respati, and E. Nurhayati, “Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi oleh Ibu-ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung,” J. Integr. Kesehat., vol. 1, no. 2, 2019, doi: 10.29313/jiks.v1i2.4462.

T. Xu, A. C. de A. Neto, and R. J. Moles, “A Systematic Review of Simulated-patient Method Used in Community Pharmacy to Assess the Provision of Non-prescription Medicines,” Int. J. Pharm. Pract., vol. 20, no. 5, 2012, doi: https://doi.org/10.1111/j.2042-7174.2012.00201.x.

S. I. Sharif and R. S. Sharif, “Self-medication among Non-healthcare Students of the University of Sharjah, United Arab Emirates,” Arch. Pharm. Pract., vol. 5, no. 1, 2014.

Niznik Behavioral Health, “Self-medicationg in America: Exploring Habits of Self-medication with Alcohol and Illicit Substance,” 2022.

A. Widayati, “Swamedikasi di Kalangan Masyarakat Perkotaan di Kota Yogyakarta,” J. Farm. Klin. Indones., vol. 2, no. 4, 2013, [Online]. Available: http://jurnal.unpad.ac.id/ijcp/article/view/12774/pdf.

S. V. Halim, A. A. Prayitno, and Y. I. Wibowo, “Profil Swamedikasi Analgesik di Masyarakat Surabaya, Jawa Timur,” J. Ilmu Kefarmasian Indones., vol. 16, no. 1, 2018.

N. H. Stepaniuk, F. H. Hladkykh, and O. V. Basarab, “Analysis of Adverse Reaction of Analgesics, Antipyretics and Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs Prescribed by Physicians of Health Care Facilities in Podilskyi Region during 2015,” Galacian Med. J., vol. 23, no. 2, 2016.




DOI: https://doi.org/10.62411/ja.v7i1.1866

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Niken Larasati



Jurnal ABDIMASKU (p-ISSN : 2615-3696e-ISSN : 2620-3235) diterbitkan oleh LPPM Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

 

ABDIMASKU terindeks di :